Banyak celah bagi setan untuk menyusup ke dalam jiwa manusia, perlu diingat bahwa kaum setan itu gak pernah peduli sama kita sebenarnya, mereka cuma menjalankan tugas, sebuah tugas yang sangat berat. Dan kalaupun mereka berhasil dalam tugasnya, Allah gak memberi mereka pahala sama sekali. Apakah pada dasarnya makhluk ciptaan adalah seperti yang aku ungkapkan? Setan akan menjebak setiap manusia di celah yang memungkinkan. Contoh dalam hal harta, para setan akan menggoda kita supaya jadi pelit super, gak mau berbagi, padahal dengan berbagi kita akan memutar ekonomi masyarakat kan, dan kalau udah niat dan berhasil berbagi, setan masih gak nyerah, mereka akan menyisipkan bibit penyakit riya', perlu diketahui bahwa segala jenis bibit penyakit akhlak adalah setan punya, mereka punya ahli yang bertugas memuliakan bibit penyakit sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Dan mereka kaum setan gak minta dibayar dalam meneleti bibit tersebut, mereka ikhlas demi kehancuran umat manusia, walau secara teknis mereka udah sangat berhasil, tampaknya mereka gak pernah puas. Kalau kita telusuri dan pikirkan sejenak, kenapa ya setan begitu konsisten dengan tugasnya? Padahal udah sejak entah kapan mereka berbuat begitu, dan ya ada juga cerita unik yang mengatakan bahwa dulu tampaknya setan pernah ingin berhenti dari pekerjaannya, namun gagal. Yang membuatku penasaran adalah, apakah setan benar-benar ikhlas? Masalahnya adalah bahwa di alam setan, mereka saling berlomba-lomba untuk sebanyak mungkin menghasut manusia, siapa yang paling hebat akan dihadiahi sesuatu yang istimewa sama raja setan, bisa juga naik pangkat mereka tuh. Nah, kan hal tersebut bukanlah sesuatu namakan ikhlas. Dan di akherat kelak, apakah setan ditanya tentang seberapa sukses mereka menggoda manusia? Tampaknya hanya
manusia yang benar-benar diadili kelak.
Kembali kepada masalah setan dan bibit riya', perlu diketahui bahwa yang paling dikhawatirkan oleh orang-orang soleh tidak lain adalah sifat riya'. Kita ini sebenarnya diuji untuk selalu fokus pada Allah semata, gak ada yang lain. Bahkan ya untuk hal apapun, kita harus menutup mata dari penilaian makhluk, setan juga suka memuji loh. Pokoknya sangat rumit lah, oleh karena surga itu gak bisa kita huni selain karena kerelaan Gusti Allah Ta'ala. Dan rumit lagi ada yang bilang bahwa kalau kita taat sama Gusti Allah pun belum pas kalau taat cuma mengincar surga dan segala kenikmatannya, seolah kita taat dengan egois, gak mau menyadari bahwa kita ini hamba, dan udah menjadi kewajiban bahwa hamba harus taat pada Tuhannya, dan itu murni taat tanpa ingin dibalas apapun, hanya mengharap keridhaan. Coba praktekkan deh, sama orang tua yang paling efektif menurutku, antara patuh sama beliau tanpa ingin apapun dengan patuh dengan harapan dikasih uang jajan sama emak, mana yang lebih nikmat? Ingat, setan juga pasti ikut campur. Kita harus mengangkat senjata dalam melawan kaum setan, mereka itu musuh dalam selimut, makanya strategi yang paling efektif membunuh mereka adalah dengan menyadari bahwa setan punya tugas dan kita pun juga punya. Selamanya kita harus professional, sangat mustahil kita bisa menghindar dari tebasan nikmat kaum setan, setidaknya setelah tertebas kita harus istirahat dan mohon ampun sama Allah Ta'ala, itulah cara kita membuat stress para setan. Karena setan tau bahwa Tuhan adalah Maha Pengampun dan menyukai hambanya yang menyadari kesalahannya lalu mohon ampun, inginnya setan itu kita kalah lalu marah-marah gitu. Bahkan gak berhenti sampai sini, setan masih menggoda kita supaya kita kagum dengan sifat baik kita, alhasil seolah kita pamer sama Tuhan betapa baiknya kita, dengan seolah menuntut Tuhan,
padahal zikir paling utama adalah mengakui dengan totalitas bahwa tiada daya dan upaya selain dari Allah Ta'ala semata. Oh iya, ternyata ujian hidup sesungguhnya adalah tentang menghilangkan kita, bukan malah menunjukkan betapa kita ini sangat layak untuk dikagumi, apalagi cuma sekedar dikagumi makhluk, wahai setan yang terkutuk, mengapa kalian begitu cerdik dalam menghunus kalian punya tanduk?
Para ulama salaf terdahulu senantiasa berdoa dengan doa Tauhid yang super, senantiasa mereka mengucapkan dalam doa mereka: "Ya Allah, kami memohon agar Engkau mengaruniai kami amal soleh dan menjaganya." Nah, sekarang kayaknya kita harus lebih sadar lagi, kita ini sebenarnya gak bisa berbuat apapun, kalau kita mencoba sekuat yang akal kita bisa pun, ujungnya pasti kita riya', udah begitulah sifat utama manusia. Makanya yang paling menjadi prioritas adalah dengan memohon kepada Gusti Allah supaya Beliau berkenan menghilangkan sikap kagum dan bangga terhadap amalan kita sendiri. Allah Ta'ala mengaruniai kesempatan dan kemudahan amal untuk kita pun ujungnya untuk menguji kita, dan tentu saja setan juga semangat dalam menyebarkan hoaks dalam hal tersebut. Layak dipikir kembali mengapa setan begitu tertarik sama kita. Dan mengapa pula kita begitu tertarik dengan rayuan kaum setan juga coba, bulatkan niat demi mendapat ridha-Nya.
Komentar