"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"
Kalimat Basmalah terdiri atas empat kata, di dalamnya terdapat isyarat atas pertolongan Allah kepada para hamba-Nya yang muslim dalam menghadapi setan yang berkata, "Kemudian, aku pasti akan mendatangi (menjerumuskan) mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka" (QS. al-A'raf: 17). Perlu diketahui bahwa Allah juga menugaskan dua malaikat kepada kita semua tiap waktunya, jadinya kadang diriku suka bicara sendirian, dan diriku juga yakin bahwa malaikat dan setan juga suka mendengar ocehanku tiap hari. Ketika diriku bicara kebaikan maka si malaikat akan tenteram bersamaku, sedan pasti si setan akan tertawa bahagia di kala bibir lidahku mengucap umpatan emosi penuh teori. Aku rasa tiap hari setan selalu mengusik diriku supaya emosi, karena dengan emosi itulah diriku terlupa, hal paling baik menurutku adalah dengan memisahkan diri dari kerumunan manusia sebisa mungkin, karena teman terbaik setan adalah manusia itu sendiri, lagian teman si setan adalah yang paling hebat ketimbang setan itu sendiri. Untuk itulah, sebelum kita ngobrol sama seseorang misalnya, berusahalah untuk mengucap Basmalah terlebih dahulu. Oleh karena Allah telah menganugerahkan empat kata dalam Basmalah tersebut kepada para hamba-Nya yang berserah diri agar mereka terlindung dan selamat dari godaan setan.
Isyarat kedua dalam Basmalah adalah, sesungguhnya perbuatan maksiat yang dilakukan orang-orang mukmin terjadi dalam empat keadaan; maksiat tersembunyi, maksiat secara terang-terangan, maksiat di malam hari, dan maksiat di siang hari. Jujur saja, diriku termasuk kategori hamba yang bermaksiat secara tersembunyi, oleh karena diriku yang pemalu, dan kalau sampai ketahuan maka terkikis sudah mentalku. Kalau di daerahku, maksiatnya udah level terang-terangan dan siang malam dilakukan. Sampai waktu itu ada sekelompok jamaah tabligh yang mencoba ingin menasehatinya, wajar saja karena di daerahku gak ada satupun manusia yang boleh dibilang menguasai ilmu agama, cuma sekedar mau sholat aja udah syukur. Para jamaah tabligh tadi malah ditakuti oleh orang sini, katanya ajarannya sesat, beruntung mereka gak sampai diusir, bahkan ketika khotbah atau lagi ceramah pastilah yang dibahas adalah tentang bahaya minuman keras dan judi. Ya di tempatku memang gak ada pelacuran atau narkoba atau kejahatan keuangan, tetapi masalah miras dan judi adalah seperti jamur yang sudah mengakar kuat. Kejahatan ini sudah turun temurun, bahkan yang paling aneh menurutku adalah bahwa penggila judi tersebut mayoritas gak punya pekerjaan yang layak, cuma buruh musiman yang kalau dapat sedikit uang langsung buat main judi, dan ketika selesai bermain, yang menang disuruh beli miras untuk diminum bersama, sampai ingin ketawa diriku mikir tingkah polah mereka, dan anehnya kalau lagi ngobrol denganku,, mereka sukanya cuma ngeluh gak punya uang dan selalu memuji dan membicarakan betapa enaknya jadi diriku. Ya gimana gak ketawa coba. Ada banyak yang sudah mencoba untuk mengubah tatanan pikiran masyarakat di daerahku, tetapi sampai sekarang gak ada yang berhasil, ada satu temanku yang selalu mengatakan padaku bahwa mengubah seseorang adalah bukan hak kita, tetapi ketika kita menasehati dan mereka gak berubah, rasanya kecewa juga. Untuk itulah dengan perantara kata-kata dalam Basmalah yang dianugerahkan kepada orang-orang mukmin, Allah berkehendak mengampuni dosa-dosa yang mereka perbuat.
Adapun makna yang dikandung oleh setiap huruf dalam Basmalah adalah:
- Huruf ba' yaitu birr, mengandung makna kebaikan Allah bagi sekelompok manusia yang berhak memperoleh kebahagiaan. Jika tujuan hidup semua manusia adalah kebahagiaan maka sudah selayaknya kita memulai segalanya dengan Basmalah, dengan itu juga setan akan mengundurkan diri, sangat jarang manusia mampu mengalahkan setan, alhasil cara terbaik adalah membuat setan mengundurkan diri.
- Huruf sin adalah satr, mengandung makna tirai atau hijab yang didatangkan Allah untuk menutupi kebodohan para manusia yang tidak mengerti dan memahami. Janganlah kita ini sampai merasa bahwa pemahaman kita itu berasal dari diri kita sendiri, tentu pemahaman kita akan sangat cenderung pada nafsu, sedang pemahaman yang bercampur nafsu biasanya beracun dan gak berkah. Itulah kadang ada jenis manusia yang kalau menjelaskan sesuatu akan mampu membuat kita sadar dan paham, mereka pasti mendapat pemahaman langsung dari Allah karena berkah Basmalah. Nah, ada kemungkinan bahwa ilmu yang bermanfaat kuncinya ada pada gurunya.
- Huruf mim berarti mahabbah, mengandung makna cinta Allah kepada orang-orang muslim. Yang paling diriku cemaskan adalah ketika Allah mengurangi cinta-Nya padaku, diriku sangat sering mengamati mereka yang dilepas liarkan oleh Allah, mereka terpontang-panting serba salah. Mereka gundah dan terus mengeluh, gak bisa bayangin diriku bagaimana rasanya. Dan cara terbaik mendapat cinta adalah dengan sebanyak dan sesering mungkin mengucap nama yang dituju, bahkan menurut para santri jomblo yang pengen nikah, mereka akan senantiasa menyebut nama pujaan hati di setiap doanya. Pelet putih kata mereka. Tetapi Allah akan selalu mencintai setiap hamba-Nya yang muslim bagaimanapun tingkah mereka. Lagian dengan ditakdirkan menjadi seorang muslim adalah bentuk cinta tertinggi yang harus kita syukuri.
- Huruf alif yakni ulfah, mengandung makna kasih sayang Allah. Adakah yang bernama Ulfah? Diriku masih belum begitu paham tentang perbedaan antara cinta dan kasih sayang. Menurutku kasih sayang memiliki tempat yang lebih utama.
- Huruf lam adalah luthf, mengandung makna kelembutan Allah. Harus diakui bahwa setiap diriku khusyuk maka sangat terasa lembut dalam dada dan mataku, lembut adalah kenyamanan, untuk menciptakan kenyamanan baik dalam hubungan keluarga atapun masyarakat maka kita senantiasa harus bertutur dan bersikap lembut, ucapkanlah Basmalah ketika emosi mulai mengusik.
- Huruf ha' artinya hidayah, mengandung makna petunjuk Allah. Kita bisa apa tanpa petunjuk-Nya? Diriku sebenarnya paling benci kalau sampai mengerjakan sesuatu dengan dasar otakku sendiri, pasti ujungnya emosi, dan hal ini sangat sering terjadi, aku yakin setan tertawa bahagia ketika diriku menyesal ujungnya. Semoga diriku mampu membiasakan membaca Basmalah ketika hendak memulai segalanya.
- Huruf ra' adalah ridhwan, mengandung makna ridha. Namaku juga Ridwan, dan yang paling diriku inginkan adalah supaya Allah meridhai hasil kerjaku, dan hal tersebut membutuhkan keikhlasan dalam bekerja. Biasanya ikhlas itu dimulai dari rasa cinta, atas dasar kepedulian dan keingintahuan jugalah ikhlas akan datang. Semoga seluruh manusia gak ada yang tahu betapa diriku sangat bersyukur dengan pekerjaanku yang aku sebut sebagai ladang tanggungjawab. Karena dari sinilah Allah memberikan banyak pemahaman padaku.
- Huruf ha' adalah hilm, mengandung makna kemurahan Allah bagi orang-orang yang berbuat dosa. Matursuwun Gusti, diriku sangat ingin berjumpa dengan Mu yang mana saat itu Engkau mengampuni semua dosaku.
- Huruf mim adalah minnah, mengandung makna anugerah Allah kepada orang-orang yang beriman. Anugerah adalah sebuah pemberian yang baik, karena Allah adalah Yang Maha Pemberi, maka untuk itulah kita harus beriman dan beramal saleh demi mendapat anugerah-Nya yang baik. Tetapi anugerah yang buruk juga hanyalah berasal dari penafsiran kita, karena apapun yang Allah anugerahkan pada kita pastilah hal itu baik untuk kita. Pertama harus beriman terlebih dahulu demi memahami makna anugerah.
- Huruf nun yaitu nur, mengandung makna cahaya makrifat di kehidupan dunia dan cahaya ketaatan di akhirat, yang dianugerahkan Allah kepada para hamba-Nya yang bertakwa. Selalulah berusaha untuk tunduk pada aturan Allah, itulah yang sering aku kagumi dari mereka yang selalu bercahaya. Cahaya itu yang paling utama bukan terangnya, tetapi bagaimana cahaya itu menerangi.
- Huruf ya berarti yad, mengandung makna penjagaan dan pemeliharaan Allah atas kaum muslimin. Janganlah sampai kita diliarkan oleh Allah, dunia ini begitu keras dan bengis. Gak mungkin kita mampu bertahan tanpa penjagaan Allah, saat ini musuh gak mau lagi menunggu mangsa masuk jebakan, tetapi musuh membawa jebakan disetiap langkah kita. Kadang diriku sangat bersyukur gak menjadi beringas, walau gak sepenuhnya patuh juga. Di zaman seperti saat ini, menjadi mangsa yang selalu berusaha dijebak adalah lebih mulia ketimbang mayoritas manusia yang udah jadi pemangsa.
Akhirnya diriku hanya bisa membaca kembali tentang segala yang dahulu ingin dan gak sempat aku baca. Membaca dan mengobrol adalah dua hal yang berbeda, untuk diriku yang entah mengapa sangat gampang gak percaya sama argumen orang melalui ucapan, adalah membaca menjadi sangat menenangkan. Mungkin pada saatnya diriku bisa saja menjadi trauma dengan ucapan orang, tetapi akhir-akhir ini diriku sangat bersyukur karena ketika diriku ngobrol sama orang lain, diriku gak lagi diomeli dengan obrolan yang kurang bermanfaat. Sayangnya diriku sangat jarang ngobrol, yang membuatku penasaran adalah apakah mereka membaca Basmalah terlebih dahulu sebelum memulai percakapan padaku? Dan sangat diriku syukuri karena belum pernah diriku berbicara dengan orang lain dengan emosi, begitupun lawan bicaraku. Karena saat terasa emosi mulai hadir, diriku langsung diam dan kabur menyendiri, paling juga mengumpat sendirian di hutan. Entah apa yang diriku pikirkan, aku mulai takut dengan hubungan antar manusia, yang paling aku takuti adalah ketidaksamaan ide, dan anehnya manusia itu mayoritas sangat menyukai dominasi ide. Hidup sendirian dilarang, hidup bersama orang-orang bikin diri gak tenang. Dengan mengutip seluruh kitab yang kupunyai, semoga diriku bisa lentur lagi.
Komentar