Ya Allah, aku senang sekali membaca beberapa tulisanku. Kenapa juga aku menulis yang seperti itu, apalagi pas baca yang bertema cinta, rasanya seolah aku udah punya segudang pengalaman. Padahal secuilpun aku belum rasakan, ini lagi ngurus aja lumayan ribet, untung aku lumayan pandai menenangkan diri. Kalah tidak, habis sudah pengalaman ku yang membahagiakan saat ini. Untuk seorang pengecut seperti diriku ini, sangat wajar kalau aku bernasib seperti ini. Hari ini aku menulis sambil mendengar film animasi dari Malaysia, adikku yang nonton, aku dengar kayaknya itu film Upin & Ipin. Sebenarnya aku mendambakan anak kembar, tapi kayaknya para wanita itu lumayan takut kalau harus melahirkan dua sekaligus, perjuangan yang berlipat. Berat. Dan saat ini aku juga mendengar radio yang lumayan keras volumenya, adikku juga yang memutarnya. Kombinasi yang aneh, apalagi aku dengar penyiar radio mengatakan bahwa perjalanan paling berat dan jauh serta penuh cobaan halang rintangan adalah perjalanan menuju masjid. Aku sendiri gak pernah ke masjid, jadi belum tau rasanya, padahal rumahku samping masjid. Terlebih, imam masjid nya kakek ku pula, dan aku malah cucu pertama dan kesayangan beliau juga, dan parahnya lagi bahwa katanya aku ini paling mirip secara fisik maupun sifat dengan kakek ku itu. Kan lumayan menantang ini pernyataan.
Kalau aku pikir lagi, katanya setiap dari kita itu punya kembaran. Dan sampai saat ini, saya belumlah menemukan seseorang yang secara fisik mirip denganku. Mungkin level tampanku ini udah hyper, jadi gak ada seorangpun yang sepadan. Aku layak bersyukur. Kakek ku itu sebenarnya gak mirip denganku, entah tapi kala beliau masih muda seumuranku dahulu. Selain itu, aku malah sampai saat ini banyak bertemu sama orang kembar. Kalau yang kembar itu cewek, cantik sekali. Sialnya, aku belum pernah bertemu sama cewek kembar yang masih gadis jelita. Ada juga masih bocah, atau udah paruh baya. Setidaknya aku udah bertemu sama si dia yang sangat mempesona. Nanti kita mohon sama Allah semoga dikaruniai anak kembar. Cewek lagi anaknya, kan itu idaman.
Walau bagaimana pun, wajah cewek itu sangat menenangkan, sebagai seorang yang pemalu aku sangat beruntung. Oleh karena aku gak bisa sering sering dan lama lama ketemu dan memandang para cewek. Jadi, bikin kangen gitu deh. Ini tulisan diriku saat jadi bencong, katanya para bencong itu posisinya lebih tinggi ketimbang para wanita. Cuma katanya sih.
Ya udah begini dulu, apa aku harus merapikan tampilan fisik dan sifatku? Tapi nanti gak alami loh, kan bahaya. Lagian aku ini jenis pria yang sangat menyayangi kaum hawa. Entah mengapa wajah dan suara mereka itu sangat menyejukkan. Sejuk sekali. Gimana kalau aku ketemu sama cewek tomboy ya? Katanya cewek tomboy itu kalau marah udah kayak macan, suka nyakar wajah mangsanya. Untung aku cuma tau kalau semua cewek itu ramah, tapi kadang aneh juga, kasihan aku sama nasib mereka.
Untuk yang bagian akhir begini, ini juga termasuk harapanku sih, karena walau bagaimanapun kata Ibuku bahwa wanita itu terserah prianya. Dengan petuah Ibuku tadi, maka aku sebagai pria pasti akan berusaha membuka jalan terbaik dan menuntun penuh perlindungan padamu. Aamiin...
The Introvert, Ridwan

Kalau aku pikir lagi, katanya setiap dari kita itu punya kembaran. Dan sampai saat ini, saya belumlah menemukan seseorang yang secara fisik mirip denganku. Mungkin level tampanku ini udah hyper, jadi gak ada seorangpun yang sepadan. Aku layak bersyukur. Kakek ku itu sebenarnya gak mirip denganku, entah tapi kala beliau masih muda seumuranku dahulu. Selain itu, aku malah sampai saat ini banyak bertemu sama orang kembar. Kalau yang kembar itu cewek, cantik sekali. Sialnya, aku belum pernah bertemu sama cewek kembar yang masih gadis jelita. Ada juga masih bocah, atau udah paruh baya. Setidaknya aku udah bertemu sama si dia yang sangat mempesona. Nanti kita mohon sama Allah semoga dikaruniai anak kembar. Cewek lagi anaknya, kan itu idaman.
Walau bagaimana pun, wajah cewek itu sangat menenangkan, sebagai seorang yang pemalu aku sangat beruntung. Oleh karena aku gak bisa sering sering dan lama lama ketemu dan memandang para cewek. Jadi, bikin kangen gitu deh. Ini tulisan diriku saat jadi bencong, katanya para bencong itu posisinya lebih tinggi ketimbang para wanita. Cuma katanya sih.
Ya udah begini dulu, apa aku harus merapikan tampilan fisik dan sifatku? Tapi nanti gak alami loh, kan bahaya. Lagian aku ini jenis pria yang sangat menyayangi kaum hawa. Entah mengapa wajah dan suara mereka itu sangat menyejukkan. Sejuk sekali. Gimana kalau aku ketemu sama cewek tomboy ya? Katanya cewek tomboy itu kalau marah udah kayak macan, suka nyakar wajah mangsanya. Untung aku cuma tau kalau semua cewek itu ramah, tapi kadang aneh juga, kasihan aku sama nasib mereka.
Untuk yang bagian akhir begini, ini juga termasuk harapanku sih, karena walau bagaimanapun kata Ibuku bahwa wanita itu terserah prianya. Dengan petuah Ibuku tadi, maka aku sebagai pria pasti akan berusaha membuka jalan terbaik dan menuntun penuh perlindungan padamu. Aamiin...
The Introvert, Ridwan
Komentar