Langsung ke konten utama

Pandangan Mistik

      Monoteisme historis pada dasarnya tidak bersifat mistikal. Yudaisme, Kristen, dan Islam pada dasarnya merupakan kepercayaan yang bersifat aktif. Mengabdikan diri untuk memastikan bahwa kehendak Tuhan ditegakkan di bumi sebagaimana halnya di langit. Tujuan akhirnya juga sangat jelas, adalah penghadapan atau pertemuan pribadi antara Tuhan dan manusia. Tuhan ini dialami sebagai pendorong tindakan; Dia menyeru kita untuk menuju diri-Nya. Adalah sebuah firman, yang menjadi fokus utama peribadatan dan mewujud dalam kondisi kehidupan di bumi yang tragis dan tak sempurna. Misal dalam Kristen, hubungan dengan Tuhan dicirikan oleh cinta, dan dalam pengertian tertentu bahwa ego telah dilenyapkan. Oleh karena hambatan utama dalam urusan cinta adalah egoisme yang seringkali muncul. Malah diriku sendiri yang Islam gak tau apa yang menjadi ciri khas Islam, tetapi karena manusia adalah makhluk yang penuh keingintahuan dan selalu mencoba menafsirkan segalanya semaunya sendiri dan menurut pengalaman pribadi juga sih, nah menurutku ciri khas Islam adalah kepasrahan, yang paling bahagia adalah saat diriku bisa pasrah sepenuhnya, sepertinya ini Deja Vu ya, entah kenapa pula diriku nih suka sekali mengulang yang sepertinya pernah kulakukan. Cuma sepertinya.... Akhir-akhir ini diriku mencoba mengurangi intensitas doa dan juga usaha, lebih suka menerima dan menjalani sebaik yang aku bisa, kita hidup itu diuji, dan kalau begitu pasti ada pengujinya, dan pasti ada hasil akhir setelah ujian selesai, makanya diriku lebih suka menanti dan menerima ujian apa kiranya yang diserahkan padaku, lalu aku coba sebaik mungkin, dan pasrah juga ujungnya. Sepertinya diriku ini belum begitu berpengalaman masalah ilmu nasib, ada kemungkinan bahwa nasib dan nasab adalah beda tipis atau setidaknya saudaraan. Ada benarnya juga bahwa nasib selalu memiliki nasab, sedangkan nasab akan senantiasa memengaruhi nasib, tapi kayaknya ini pernyataan kurang tepat.


     Diriku ini juga sangat suka dengan mitologi, ceritanya yang berkesan mistis dan penuh kepahlawanan adalah seru untuk bahan hiburan. Kalau ditanya apakah ada pelajaran yang bisa diambil dari mitologi? Maka jawabanku adalah nggak ada, mitologi cuma membuat iri di tengah kehidupan nyata yang begitu abstrak gini. Namanya juga mitos, mungkin saja kata mitos sendiri berasal dari akar kata kempros. Tetapi ada juga jenis manusia yang begitu mendamba kehidupan idealnya, makanya dia buat mitologi, atau setidaknya mengutak-atik cerita agar sesuai seleranya atau selera sang Raja. Para nabi kesemuanya telah mengumumkan perang terhadap mitologi, tetapi anehnya adalah bahwa mereka para nabi juga sangat paham detail segala jenis mitologi, itu mengapa menjadi paham kadang juga harus tega menegakkan keemohan. Nah uniknya adalah, bahwa mitologi kembali hadir sebagai kendaraan utama dalam mencapai pengalaman religius. Lagian ada hubungan antara tiga kata: "mitos", "mistisme", dan "misteri". Ketiga kata tersebut berasal dari kata kerja bahasa Yunani: musteion yang mana artinya adalah menutup mata atau mulut, makanya ujungnya adalah pengetahuan buta. Tak hina-hina bener kata musteion ini, lagian kenapa selalu bahasa Yunani yang menjadi induk segala jenis istilah? Padahal ada banyak istilah dalam bahasa Jawa yang sangat mistikal juga. Ada juga yang aneh, bahwa untuk mencapai pengalaman mistis, maka kita dianjurkan untuk mencari mengarungi samudera kegelapan dan kesunyian, alias semedi tanpa makan nasi, gak boleh kelayaban kesana-sini, lupakan anak istri, demi mendapat rahasia Ilahi, dulu orang Jawa paling suka hal beginian, dan ujungnya mereka yang menjalankan proses mistikal model mitologi tersebut mendapat proses kematian yang begitu mencekam. Mereka membuat kesepakatan dengan setan, itulah mistikal yang berupa kesunyian dan kegelapan. Sekarang udah berevolusi,, bahwa untuk mendapat pengalaman mistik, maka kita dianjurkan untuk bersemedi di fakultas psikologi.


     Secara apapun, misteri adalah sesuatu yang selalu ingin kita jelaskan kebenarannya, ada kemungkinan bahwa misteri adalah jerat setan yang terkutuk. Para setan membuat kita sibuk dengan misteri yang gak ada faedahnya untuk dipelajari atau bahkan sampai dibuktikan segala, kalau misteri ya pasti mitos, dan kalau udah mitos maka kemungkinannya cuma dua; pertama adalah hal yang gak ada benarnya, atau kemungkinan kedua adalah hal yang benar namun penuh rekayasa. Manusia adalah juniornya setan dalam hal membuat misteri. Misteri Gunung Merapi adalah contoh paling layak dipelajari, bahwa Mak Lampir adalah cewek cantik yang keblusuk di gunung merapi dan berpata di sana lalu mendapat pengalaman mistikal masalah kecantikan, akhinya bertransformasi menjadi wanita yang seperti itu. Tetapi bagiku, mitos adalah layak untuk menjadi bahan merangkai jalan ujian. Mitos saat ini udah disepakati sebagai sebuah kata untuk hal yang gak ada benarnya alias bohong. Dan uniknya adalah bahwa mitos itu punya garis nasab yang sangat sukar dipotong. Hingga yang paling tragis adalah bahwa mistisme sering dikaitkan dengan orang aneh, dukun, atau kaum hippies yang bebas. Nah ujungnya gak asik kan? Padahal dunia ini akan sepi akalau gak ada orang aneh, bayangin kalau semua orang itu hidup normal dan ideal, maka ujungnya botak semua rambut kepala. Mau yang begitu? Jadilah orang normal kalau mau, lagian bagi orang aneh, orang yang katanya sepakat dikatakan normal adalah orang yang aneh, tanya orang aneh di sekitar kalian kalau gak percaya. Kalau diriku mah cuma tanya padaku sendiri udah dapat pengalaman tersebut. New normal malah aku lihat sebagai sesuatu yang aneh, tetapi segala yang aneh adalah berasal dari pengalaman yang tidak semua orang paham dan mengalami.


Demikianlah untuk hari ini, semoga Gusti Allah selalu memberi ujian yang makin berat pada kita, supaya itu menjadi pertanda bahwa kita adalah hamba yang paling dicintai-Nya.

Ya ampun, saya kasih judul Pandangan Mistik.

Aku kurang yakin bahwa namaku ini Ridwan, tapi aku dipanggil dengan nama itu. Aku pria, tapi aku memiliki cita rasa wanita. Aku kurang normal, tapi aku yakin tidak gila. Aku hidup, tapi aku tak bernafas dengan hasratku. Gimana ini...?

Komentar