Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Walaupun banyak negeri kujalani
Yang masyhur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah ku rasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Air Mata
Darimana dia?
Untuk siapa dia, hilang begitu saja
Takut siapa?
Hati yang meronta, oleh cahaya mata
Acuh, diam, getir terasa
Ingin ku bersandiwara
Lidah buta akan rasa
Cuma dia!
Mengalur tanpa prasangka
Dialah aku!
yang sebenarnya
Ujian Hati
Pergi itu mudah, sumringah
Jalan pulang belukar, payah terengah
Jatuh hati dengan mudah
Setia sampai akhir tujuan, berkah
Tunggu bukan menunggu
Beda, perlu engkau tau
Sudut menggantung rindu
Air mata bukan banyu
Bayangmu
Tapi,
Aku merasa sepertimu
Aku tetes di air matamu
Aku ruh dalam ragamu
Aku gelak pada tawamu
Aku dirimu
Aku sepotong kalbumu
Aku naluri pada perilakumu
Aku tangan kiri di kananmu
Aku pola pikirmu
Aku perlu tau itu
Ya,
Itu rasa dadaku
Yakin Kita
Matikan aku wahai Gangga
Agar sukmaku ke arus surga
Agar puja terjunjung bara
Merintih janji, meraung dewa yang lara
Kau bentuk keyakinanku
Padamu kuasa di ruang sidangku
Syaratmu kutulis dengan mulai
Harapan yang tulus gemulai
Kemurnian di atas keinginan
Kutulis melodi di telapak tangan
Membawamu ke tanah haramku
Membunuhmu di sujud pagiku
Berlutut kau di mataku
Untuk langkah sealun
Gapai yakin pengharapan
Nah, hebat bener puisiku hari ini. Hasil kombinasi ketekunan dan ya itu pokoknya. Nggak sepenuhnya, selebihnya iya. Kalau sampai aku jelasin semuanya, bahaya. Aku bisa kena murka dari si dia yang katanya makhluk penjaga kemurnian karya. Lagipula bahwa karya adalah susunan kombinasi dan stimulan karya utama dan lainnya. Seni juga paduan rasa dan mata. Cinta juga bagian sejarah hidup yang melegenda, dan mengapa aku harus heran dengan paduan yang kamu tawarkan. Paduan hitam putih adalah awal dari berwarna. Ya aku banyak mendominasi para petarung di hutan belantara, walau aku didominasi selalu oleh dia punya rasa. Apa aku budak cinta? Ya nggak masalah, lagian aku masih waras, dan tau juga kapan aku membalas. Paham nggak aku bicara apa?
The Introvert
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Walaupun banyak negeri kujalani
Yang masyhur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah ku rasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai

Air Mata
Darimana dia?
Untuk siapa dia, hilang begitu saja
Takut siapa?
Hati yang meronta, oleh cahaya mata
Acuh, diam, getir terasa
Ingin ku bersandiwara
Lidah buta akan rasa
Cuma dia!
Mengalur tanpa prasangka
Dialah aku!
yang sebenarnya

Ujian Hati
Pergi itu mudah, sumringah
Jalan pulang belukar, payah terengah
Jatuh hati dengan mudah
Setia sampai akhir tujuan, berkah
Tunggu bukan menunggu
Beda, perlu engkau tau
Sudut menggantung rindu
Air mata bukan banyu
Bayangmu
Tapi,
Aku merasa sepertimu
Aku tetes di air matamu
Aku ruh dalam ragamu
Aku gelak pada tawamu
Aku dirimu
Aku sepotong kalbumu
Aku naluri pada perilakumu
Aku tangan kiri di kananmu
Aku pola pikirmu
Aku perlu tau itu
Ya,
Itu rasa dadaku

Yakin Kita
Matikan aku wahai Gangga
Agar sukmaku ke arus surga
Agar puja terjunjung bara
Merintih janji, meraung dewa yang lara
Kau bentuk keyakinanku
Padamu kuasa di ruang sidangku
Syaratmu kutulis dengan mulai
Harapan yang tulus gemulai
Kemurnian di atas keinginan
Kutulis melodi di telapak tangan
Membawamu ke tanah haramku
Membunuhmu di sujud pagiku
Berlutut kau di mataku
Untuk langkah sealun
Gapai yakin pengharapan

Nah, hebat bener puisiku hari ini. Hasil kombinasi ketekunan dan ya itu pokoknya. Nggak sepenuhnya, selebihnya iya. Kalau sampai aku jelasin semuanya, bahaya. Aku bisa kena murka dari si dia yang katanya makhluk penjaga kemurnian karya. Lagipula bahwa karya adalah susunan kombinasi dan stimulan karya utama dan lainnya. Seni juga paduan rasa dan mata. Cinta juga bagian sejarah hidup yang melegenda, dan mengapa aku harus heran dengan paduan yang kamu tawarkan. Paduan hitam putih adalah awal dari berwarna. Ya aku banyak mendominasi para petarung di hutan belantara, walau aku didominasi selalu oleh dia punya rasa. Apa aku budak cinta? Ya nggak masalah, lagian aku masih waras, dan tau juga kapan aku membalas. Paham nggak aku bicara apa?
The Introvert
Komentar