Mataku terperdaya, katanya: 'segalanya empun diatur sebagaimana mestinya'
nggeh saya juga sudah ngertos perihal itu, bagimu
'Mestinya kita beri pengajaran pasal banting tulang'
nggeh saya juga paham hal itu, bagiku
"Maksud kaya pitung turunan niku pripun?"
masa bodoh dengan kemalasan, ini tentang kemayu
yang senantiasa kalian andalkan, bicara seolah dapat warisan
tentang warisan yang pemiliknya mboten dermawan
'Ini saya kumpulkan bertumbal kesenangan....!'
'kaleh nyowo bocah laki?' kudengar bisik tetangga
anak putu bergelandangan terpandang negatif
mboten ada yang berani ngomong di muka
dia juga nyelekit punya kata-kata, terlebih kalimat tanya.
ingin ku bicara empat mata, nanging wedi
saya interogator lembut kaya hati
yang wanita, biasa mawon. Apik lan seneng cerita
bagi tetangga? suudzon semua
tak ada bukti nyata, bagi kulo nggeh mboten enten nopo-nopo
semua penuturannya sesuai logika, cocok hukum karma
bagi sesepuh seumurannya, kok bisa?
dia pun membenarkannya seraya bangga.
Aku lihat dengan mata kepala!
Dia pemuja tubuh wanita, dibalut canda.
kasihan, tubuhnya tak mendukungnya, mungkin
kala empun tergoda, dia ketawa persis setan bajingan
dari luar, dia macam tetua yang dimintai doa.
Saya berbaik sangka mawon, biar saja mereka
Tolong, anak putumu pertimbangkan
'heh... bocah og gak isoan!'
untuk sementara, aku dipihakmu, dalam beberapa sorry
saya sanes matematikawan otak dagang
mata otakku barat, berdada arab, kaki jawa
Aku menunggu penuh tanya, tentang kematianmu
Sampean bakal kerja paksa persis anggapan tetua?
atau sebagaimana doamu di sepertiga malam, tuturmu
apabila masa tua berdasar anggapan tetangga,
dia seburuk-buruk manusia!
Serius, aku menunggu kematianmu
sepak terjangmu begitu tega
bukannya aku pengen tau
sekedar membuktikan penilaian mereka
engkau setan atau beneran pejuang?
Semoga engkau tak panjang usia
Komentar