Langsung ke konten utama

Pertama

Mataku terperdaya, katanya: 'segalanya empun diatur sebagaimana mestinya'

nggeh saya juga sudah ngertos perihal itu, bagimu

'Mestinya kita beri pengajaran pasal banting tulang'

nggeh saya juga paham hal itu, bagiku

"Maksud kaya pitung turunan niku pripun?"

masa bodoh dengan kemalasan, ini tentang kemayu

yang senantiasa kalian andalkan, bicara seolah dapat warisan

tentang warisan yang pemiliknya mboten dermawan

'Ini saya kumpulkan bertumbal kesenangan....!'

'kaleh nyowo bocah laki?' kudengar bisik tetangga


anak putu bergelandangan terpandang negatif

mboten ada yang berani ngomong di muka

dia juga nyelekit punya kata-kata, terlebih kalimat tanya.

ingin ku bicara empat mata, nanging wedi

saya interogator lembut kaya hati

yang wanita, biasa mawon. Apik lan seneng cerita

bagi tetangga? suudzon semua

tak ada bukti nyata, bagi kulo nggeh mboten enten nopo-nopo

semua penuturannya sesuai logika, cocok hukum karma

bagi sesepuh seumurannya, kok bisa?

dia pun membenarkannya seraya bangga.


Aku lihat dengan mata kepala!

Dia pemuja tubuh wanita, dibalut canda.

kasihan, tubuhnya tak mendukungnya, mungkin

kala empun tergoda, dia ketawa persis setan bajingan

dari luar, dia macam tetua yang dimintai doa.

Saya berbaik sangka mawon, biar saja mereka


Tolong, anak putumu pertimbangkan

'heh... bocah og gak isoan!'

untuk sementara, aku dipihakmu, dalam beberapa sorry

saya sanes matematikawan otak dagang

mata otakku barat, berdada arab, kaki jawa

Aku menunggu penuh tanya, tentang kematianmu

Sampean bakal kerja paksa persis anggapan tetua?

atau sebagaimana doamu di sepertiga malam, tuturmu

apabila masa tua berdasar anggapan tetangga,

dia seburuk-buruk manusia!


Serius, aku menunggu kematianmu

sepak terjangmu begitu tega

bukannya aku pengen tau

sekedar membuktikan penilaian mereka

engkau setan atau beneran pejuang?

Semoga engkau tak panjang usia

Aku kurang yakin bahwa namaku ini Ridwan, tapi aku dipanggil dengan nama itu. Aku pria, tapi aku memiliki cita rasa wanita. Aku kurang normal, tapi aku yakin tidak gila. Aku hidup, tapi aku tak bernafas dengan hasratku. Gimana ini...?

Komentar