Beruntunglah anak-anak bangsa yang bisa menempuh kariernya. Tentu saja mereka punya cita-cita mulia, sering aku ketemu sama anak-anak yang bercerita ceria tentang kariernya nantinya, dan saya ini termasuk yang kurang hebat dalam menggapai cita. Namun malah ruwet seumpama diriku hidup berjuang cuma demi cita-cita, tapi kalau dulu iya. Ada banyak loh anak-anak muda yang saat ini tengah punya kesempatan berguna; uang ada, peluang ada, kemampuan juga punya. Mereka tentu saja menjadi bibit kebahagiaan orang tua, bayangin gimana perjuangan keras para orang tua yang dahulu mati-matian demi tercapainya kemauan si anak. Apalagi saat ini ada kelas nama, misal saja nama perguruan tinggi, ditambah lagi luar negeri, di Eropa misalnya, waduh dengar muda mudi lulusan Eropa saja sudah gimana gitu lah pokoknya. Aku sendiri punya kenalan wanita yang masih bocah sebenarnya, namun cita-citanya sudah kurang ajar bener, namun itu cita-cita juga didukung oleh semangat luar biasa dari si cewek dan tentunya sang orang tua juga menjaga. Entah apa yang dipikirkan mereka coba, namun saya baru sadar bahwa ternyata kemampuan mengetahui sesuatu sangatlah penting untuk mengarungi hidup yang ruwet ini. Uang dan peluang ada, tapi kemampuan kurang maka pastinya stress sendiri. Untuk saat ini, kemampuan seseorang sangat membantu dalam kariernya.
Saat kita menggali dan memupuk secara maksimal bakat dan kemampuan, lalu kita juga punya wadah maupun peralatan untuk itu, dan akhirnya kita mengeksplor serta memanfaatkan semuanya. Tentu saja hal ini tidaklah susah, menurutku hanya butuh tekad. Lagian tiap orang kan biasanya punya jargon, atau apapun itu yang sebenarnya bisa digunakan untuk mengobarkan tekad. Tapi diriku sendiri ini juga kadang benci kalau ada faktor eksternal yang ikut campur dan merusak lagi. Wong tinggal diam dan lihat, kurang kerjaan bener kan. Biasanya para lelaki kalah jauh dalam hal memikirkan karier dibanding wanita, pria kebanyakan mengharapkan warisan. Makanya kadang saya ini juga terpukau dengan sepak terjang para cewek dalam menjalani aktivitasnya, mereka lebih dari bertahan hidup semata. Banyak dari pria yang kurang merenungi dasar kemampuan dirinya, alasannya mungkin tak sempat. Pria mah selalunya harus seolah tertekan dengan warisan ataupun tertuntut harus menjadi seperti yang diniscayakan oleh keadaan keluarga maupun lingkungannya. Hal ini juga aku rasakan dong sebagai pria. Namun hal ini masih lumayan, ada banyak juga anak muda yang tak memperolah lingkungan ataupun fasilitas untuk mereka berkembang menjadi sesuatu yang mestinya mereka mampu. Ada juga yang sudah tahu dasar kemampuannya, namun karena kurang tekad akhirnya tumbuh tak terasah. Yang lebih parah adalah anak muda yang karena kurang pas dalam menempuh pendidikan, karena keterbatasan lingkungan, maupun yang karena kemiskinan, tumbuh tidak seperti yang seharusnya ia bisa tumbuh. Makanya bagi mereka yang punya uang, peluang, dan kemampuan adalah seberuntung-beruntungnya anak muda. Namun menurutku, mereka yang berjuang dengan penuh keterbatasan adalah yang paling mengagumkan. Karena nantinya mereka pasti akan berpihak pada yang penuh keterbatasan juga, yang sebenarnya sangat dibutuhkan generasi berikutnya.
Sepertinya, cita-cita adalah sangat individual. Banyak anak muda yang dipikirannya cuma kelak bisa kerja, mencari uang, dan ujungnya hidup sejahtera bergelimang harta. Namun berpikir demikian juga layak dipertahankan, saya sendiri juga begitu. Tetapi kan kadang juga muncul pikiran selain itu tadi. Meskipun cita-cita sebenarnya demi kepuasan kita sendiri, namun yang namanya manusia yang beradab, kita kadang pasti punya ide kesejahteraan bersama. Apalagi kalau perbedaan antara yang sejahtera dan yang tidak itu antara lain didorong oleh suatu tatanan dan cara di mana kita ikut menghidupinya. Untuk saat ini, diriku tengah khawatir pada anak muda, ada banyak ajaran eksploitasi demi tercapainya cita-cita pribadi, sangat menyenangkan namun kesengsaraan di lain pihak, tentu saja para anak muda yang beruntung secara uang dan kemampuan akan sangat mudah menjadi penindas. Dibalik kemungkinan negatif tadi, diriku juga yakin bahwa para kawula muda sangat suka kebersamaan, mereka kalau sudah satu tekad ide seperjuangan, dalam sekejap akan ada perubahan yang sangat signifikan. Tak sabar kita nantikan, tantangan kita sebenarnya ada di faktor luar, anak muda di sini terlalu iya dengan apa-apa yang ditawarkan, mereka membuang saringan.
Komentar