Dalam banyak hal, yang paling membuatku kecewa adalah ketidakmampuan mayoritas orang untuk memahami hal yang sebenarnya. Sangat banyak yang sudah terlanjur percaya bahwa apa yang tengah dilakukannya itulah yang layak dijadikan tolak ukur penilaian. Dan yang paling pandai membuat banyak orang tertipu lucu adalah orang Barat, mereka itu pandai bener loh dalam hal mengaburkan masalah yang menjadi inti. Pakar konspirasi mereka itu, lebih dari pakar malahan menurutku. Ya wajar, mereka hidup tanpa aturan yang bisa membimbing mereka, jadi mereka jalan seenaknya lah. Tapi ada juga yang mengatakan bahwa mereka menjadi seperti itu karena adanya proses seleksi alam. Dan ada juga yang membuatku takjub dengan orang barat, entah mengapa mereka ketika menjumpai segala hal yang baru menurut pandangan mereka, dengan segera otak mereka terangsang dan akhirnya menumbuhkan rasa cinta dan keganasan untuk segera menguasainya. Tetapi mereka orang barat ini sangat jengkel dengan satu sikap yang sering mereka lihat di negara dunia ketiga. Kata mereka, para warga negara dunia ketiga sangat suka bikin anak. Dan ujungnya kita kena aturan keluarga berencana, padahal secara budaya kita ini sangat percaya bahwa banyak anak banyak rezeki. Kalau gak percaya coba lihat sekarang nih, di negara dunia ketiga yang dulu katanya kebanjiran anak, sekarang si anak-anak dulu itu tumbuh menjadi pemuda-pemudi yang siap menggarap tanah airnya sendiri-sendiri. Tapi sayangnya, yang menjadi bos ya tetap warga negara industri, nasib.
Gak habis pikir, mengapa akhir-akhir ini orang-orang mulai berubah pikiran. Terutama tentang kendaraan, yang paling menggelitik aku punya pikiran adalah bahwa setiap masa seorang manusia, punya keinginan yang beda-beda. Para remaja saat ini sangat suka main game, mereka dikuasai oleh para pembuat game jadinya, dan anehnya mereka gak sadar, yang sadar malah karena udah terlanjur katagihan jadinya ya begitu. Tak perhatikan tiap bocah sekolahan ngumpul, mereka pasti pada sibuk main game, atau sekedar ngobrol tentang game. Sebenarnya kok tega sih para pembuat game sampai sebegitunya. Siapa lah yang dulu menjabar-njabarkan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan Imperialism, kalau gagal paham kan bahaya ujungnya. Yang parah lagi adalah para pemuda yang harusnya jadi penopang utama produksi, mereka malah gak menyusun kerangka produktivitas dengan baik. Yang jadi tantangannya kadang adalah rasa malas dan ketiadaan unsur penyemangat. Alhasil ujungnya mereka memikirkan dan menjalankan program gengsi, males sebenernya aku bahas beginian. Terlebih mereka para pasangan yang udah nikah, waduh ruwet kalau lihat tingkah mereka tiap harinya. Sampai cara terbaik untuk menghibur diriku sendiri adalah dengan pasrah bahwa akhir zaman adalah masa ya memang banyak hal yang begituan. Sebenarnya, masih ada banyak yang berpikir dan bertinglah cemerlang, tetapi karena banyaknya parasit kehidupan akhirnya mereka gak bisa nongol ke permukaan. Sekalinya muncul, tak jamin mereka gak bakal kuat lama-lama di daratan, menghirup oksigen dan abab mereka yang cerewet dan sukanya ngomong yang gak ada pijakan. Tetapi sepertinya kejadian seperti ini nggak menimpa saat ini saja, kayaknya udah sejak dulu ya beginilah jalan hidup kehidupan.
Yang jadi soalan, kayaknya berlagak keminter kadang bisa menyelamatkan. Sebenernya aku nih khawatir dengan masa depan orang-orang. Kita itu udah kebiasaan untuk gak terlalu mengkhawatirkan masa depan, malah orang barat itulah yang sangat totalitas dalam urusan jangka panjang. Walau pada dasarnya apa yang dihasilkan oleh orang barat selalu mengancam keberlangsungan. Terus karena kita yang gak tau apa-apa ikut menggunakan kreasi mereka pun disalahkan, katanya kita menyalahgunakannya, dan disuruh untuk mempertanggungjawabkan kerusakan yang sebenarnya mereka yang lakukan. Yo kan terus ruwet ngene iki. Kadang aku pengen warga kita itu percaya dengan apa yang dipunya saja lah, gak usah pakai apapun yang ditawarkan oleh mereka-mereka. Lagian diriku sangat percaya bahwa kualitas air hujan negeri ini sangatlah berbeda dengan hujan di negeri manapun. Dan tanah kita punya kualitas paling oke diantara tanah-tanah manapun di belahan bumi nih. Lagian kan manusia itu berasal dari tanah lempung yang berasal asli dari tanah Jawa, entah Jawa mana tapi. Kata para sesepuh yang dulu ikut membabat hutan tanah Jawa, katanya pulau Jawa itu sangat angker dan penuh pertarungan dalam merobohkan tiap pohon ataupun memecahkan batu-batuan. Berbeda dengan tanah Sumatera, yang membabat hutan Sumatera dulu yo wong Jowo loh, yang jadi tantangannya bukan makhluk gaibnya, tapi penduduk asli dan hewan penghuni pulaunya. Kalau di barat, apakah ada proses membabat hutan? Yang lazim dilakukan oleh orang barat adalah membabat penduduk asli dan mengklaim daerah taklukannya. Untung waktu pertama Portugis datang ke sini gak membantai habis penduduknya. Mereka salah berlabuh sih. Dan wanita sini cantik menawan pula.
Cobalah diterjemahkan apa yang sejak dahulu dan sampai sekarang dikerjakan oleh mereka terhadap orang-orang Afrika. Padahal afrika itu menurutku kunci dari hidupnya bumi ini loh, di sana tanahnya entah bagaimana sih, tapi yang terkandung dalam tanah afrika begitu berharga. Yang mengherankan lagi saat ini banyak pemain bola di Eropa yang berkulit warga afrika. Dan nyatanya mereka lebih unggul kalau mendapat kesempatan bermain. Jangan mengatakan padaku, bahwa pada suatu saat nanti benua Eropa akan dipenuhi oleh warga berkulit hitam. Kenapa orang afrika gak begitu tertarik dengan negeri tirai bambu? Apakah mereka takut dengan gelugut preng? Sedang begitu juga sebaliknya, orang Cina kok gak tertarik bertransaksi dan beranak pinak di afrika? Orang Cina lebih suka ke sini, dan kita juga suka ke tanah mereka. Cuma beda nasib doang kita sama mereka.
Wes lah, panjang urusan nanti malah.

Komentar